Selamat Datang di "Coba Bercerita, Yuk!" Ada banyak makna di balik cerita, maka berceritalah melalui tulisan!

Selasa, 24 Mei 2011

Artikel Sehat : Kalau Pencernaan Salah Cerna

Assalamualaikum, salam sejahtera dan spaaaadddaaaa. Ya ampun tidak terasa Klinik dan Apotek Cendol sudah tiga pekan berdiri, semoga terus berdiri selamanya dan yang lebih penting kami berdua (BAKER BUNDER) tidak pernah pensiun, kecuali dapat pesangon yang gede dari bapak Kepala Sekolah yang tercinta dan tersayang, hahaha.
Sudah dua kali Klinik dan ...Apotek Cendol, buka pasti masih inget persyaratannya khan? Dan seperti biasa, kita membuka layanan konsultasi sampai pukul 20.00 WIB. Hey! Kamu yang dipojokkan lagi gigit sandal, aduuuh jangan dooong, itu banyak kumannya nanti perutmu sakit loooh…. Itu Ceko kenapa megangin perut aja? Sakit ya? Ayo sini, periksa ke BUNDa doktER Tietie Surya, setelah itu tebus obatnya ke mBAK apotekER Dyani T. Wardhyni. Semuanya GRATIIISSS…..
Kali ini BAKER BUNDER mau membahas tentang gangguan pencernaan, penyakit yang umum kan? Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya diare, konstipasi (susah nyebutnya? ya sudah bilang saja susah BAB), mual dan muntah, radang usus, ulkus peptikum (nyeri lambung) dan sederet gangguan pencernaan lainnya. Nah mari kita bahas satu persatu mulai dari pengertian, gejala klinik sampai terapinya baik secara farmakologi, non farmakologi sampai dengan herbal. Yuk yaa yukkk…
1. Diare
Apa sih diare itu? Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya, tinja berbentuk encer atau setengah cair (setengah padat), dapat juga disertai frekuensi defekasi yang meningkat. Diare sendiri menurut WHO (1980), adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari.
Tahukah cendolers bahwa penyebab diare dapat dikelompokan menjadi dua, diare spesifik karena infeksi dan diare non spesifik bukan karena infeksi. Diare berdasarkan mula dan lamanya juga terbagi dua, yaitu diare akut dan diare kronik. Apa sih pentingnya kita mengetahui penyebab mula dan lamanya diare? Dengan mengetahui penyebab, mula dan lamanya diare maka kita bisa menentukan langkah pengobatannya. Konsultasikan dengan orang yang tepat saat kalian berobat atau mendatangi Apotek.
Diare akut penyebab utamanya adalah infeksi, baik oleh bakteri, parasit maupun virus. Penderita diare akut juga sering mengeluh flatulen atau kentut, nyeri lambung, diikuti berat badan turun, anoreksia dan lemah. Diare yang menyebabkan kekurangan cairan akan menyebabkan pasien haus, lidah kering, tulang pipi menonjol dan hipotensi.
Ternyata ada beberapa hal yang dapat memacu timbulnya diare, selain dari makanan, yaitu beberapa senyawa obat termasuk antibiotic dan obat lainnya, selain itu penyalahgunaan pencahar untuk menurunkan berat badan juga dapat menyebabkan diare (hati-hati yang suka minum obat penurun berat badan, lebih baik dengan cara yang sehat yaitu olah raga).
Sebenarnya masih banyak yang bisa kita bahas dari definisi penyebab atau obat-obat apa saja yang menjadi pemicu, tapi mungkin terlalu panjang, bisa-bisa kita buat buku khusus diare, hehehe. Karena itu kita akan membahsanya secara garis besar saja.
Terapi Farmakologi (terapi menggunakan obat-obat) :
Ada macam-macam obat yang biasanya digunakan untuk terapi diare yaitu antimotilitas (sediaan yang beredar di pasaran : Difenoksilat, loperamid, Difenoxin, dll), adsorben (sediaan yang beredar di pasaran : Karbo Absorben, Norit. Obat ini bekerja menyerap secara non spesifik terhadap nutrient, racun, obat atau zat-zat pembantu pencernaan, maka apabila obat ini diberikan dengan obat lain dapat mengurangi cara kerjanya), antisekresi (Bismuth subsalisilat, enzim (lactase), Lactobasillus, digunakan untuk pengobatan atau pencegahan), antibiotik (cendolers, jangan mudah mengkonsumsi antibiotik, jika memang tidak benar-benar diperlukan. Antibiotik digunakan jika diare disebabkan karena infeksi. Tetapi kebanyakan diare bukan karena infeksi atau non spesifik yang akan sembuh dengan sendirinya) dan obat lainya. Obat-obat tersebut tidak dapat menyembuhkan tetapi hanya meringankan. Sekali lagi dalam menentukan obat-obat tersebut sebaiknya dikonsultasikan dengan orang yang tepat, tetapi tidak ada salahnya jika kita mengetahuinya, agar tidak diberikan obat-obat yang terlalu banyak dan tidak semestinya, karena tubuh kita bukan robot, tidak baik mengkonsumsi obat terlalu banyak.
Terapi Non Farmakologi :
Pastinya dengan menjaga pola makan. Pengaturan makanan adalah prioritas utama dalam pengobatan diare. Kebanyakn dokter merekomendasikan untuk menghentikan makan makanan yang padat/keras (seperti batu, kayu, paku, hehe), susu, dan produk susu. Ketika mual dan muntah tingkat sedang diberikan makanan yang mudah dicerna selama 24 jam. Pemberian makanan sebaiknya diteruskan pada anak-anak dengan diare akibat bakteri akut. Perbaikan air dan elektrolit adalah perawatan yang harus dilakukan sampai diare berakhir.
Terapi Herbal :
Untuk menghentikan diare dengan ramuan herbal bisa digunakan 5-10 lembar daun jambu biji, 3 jari kunyit cuci bersih tanpa dikupas, dirajang kasar dan 1 genggam daun patikan cina yang direbus dengan 1 liter air dan dibiarkan mendidih dengan api kecil sampai tersisa 0,5 liter dan dikonsumsi 2-3 kali sehari @ 200ml. Ramuan herba ini diminum sampai sembuh.
2. Konstipasi
Konstipasi adalah periode buang air besar (BAB) kurang dari 3 kali seminggu untuk wanita dan 5 kali seminggu untuk pria, BAB yang dipaksakan lebih dari keseluruhan waktu atau kurang dari 2 kali dalam setiap minggu dan timbul ketegangan saat defekasi. Konstipasi bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala adanya penyakit atau masalah. Dari sekian banyak yang dapat menyebabkan kostipasi antara lain gangguan metabolisme (contoh : diabetes), konstipasi pada umumnya terjadi akibat rendahnya konsumsi serat atau pengunaan obat-obat yang dapat menimbulkan konstipasi. Selain itu konstipasi juga banyak ditemui pada ibu hamil yang biasanya sulit mengkonsumsi makanan berserat terutama pada trimester pertama kehamilan. Ayooo siapa di sini yang susah BAB? Silahkan simak.
Gejala dari konstipasi biasanya mengeluh tentang rasa tidak nyaman dan kembung pada perut, pergerakan usus yang hilang timbul, feces dengan ukuran kecil, perasaan penuh, atau kesulitan dan sakit pada saat mengeluarka feces. Akibat dari konstipasi dapat bervariasi mulai dari ras tidak nyaman sampai gejala kanker usus besar atau penyakit serius lainnya.
Berikut tujuan dari terapi, baik secara farmakologi, non farmakologi dan herbal:
Terapi yang dilakukan adalah pencegahan konstipasi lebih lanjut melalui perubahan gaya hidup terutama makanan. Untuk konstipasi yang akut, tujuan terapi adalah dengan menghilangkan gejala dan mengembalikan fungsi normal usus. Konstipasi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologi, dengan modifikasi makanan kaya serat dan terapi farmakologi dengan menggunakan laksatif, Terapi herbal cukup dengan mengkonsumsi makanan berserat yang variatif dari buah dan sayur-sayuran tiga porsi sehari. Ukuran perporsi buah dan sayur kira-kira satu gelas ukuran 250ml. Sayur yang dianjurkan untuk banyak dikonsumsi pada saat konstipasi adalah kangkung yang memiliki fungsi melancarkan proses pembuangan. Buah yang baik dikonsumsi untuk mengatasi konstipasi adalah pepaya.
3. Ulkus Peptikum (UK) atau Ulcer
Penyakit UK dapat terjadi pada setiap saluran pencernaan yang terpapar asam lambung. Ada bebarapa ulcer yang sering terjadi, yaitu karena infeksi (H. Pylori), efek samping obat-obat NSAID, atau karena stress. Suker Donatus A Nugroho, pernah ngeluh gangguan lambung, sini-sini baca!
Penyebab Ulcer, diantaranya :
Ulcer karena H. pylori terjadi karena mikroba ini mengeluarkan racun dan enzim yang dapat mengganggu keutuhan mukosa dan peningkatan sekresi gastrin yang menstimulasi sekresi asam lambung.
Penggunaan NSAID (obat anti inflamasi non steroid, contohnya Asam mefenamat, ibuprofen, asetosal termasuk aspirin) yang berlebihan. Apabila penggunaan obat ini tidak bisa dihentikan maka penggunaan harus dengan dosis rendah.
Merokok dapat meningkatkan resiko dan besarnya resiko adalah sebanyak rokok yang dihisap setiap harinya. Merokok juga dapat mengganggu penyembuhan dan kemungkinan penyakit tersebut dapat kambuh lagi.
Terapi Farmakologi UK :
Pada ulcer yang positif karena infeksi harus dipilih terapi yang efektif, aman dan simple dengan menggunakan obat cimetidin, ranitidine, omeprazole dan lainnya. Lagi-lagi konsultasikan terlebih dahulu, bagaimana aturan pakai dan dosisnya.
Terapi non farmakologi UK :
Kurangi stress , rokok dan penggunaan NSAID. Jika tidak dapat dihindari, pakai dosis minimum atau diganti dengan paracetamol jika hanya untuk analgetik dan antipiretik (menghilangkan rasa sakit dan menurunkan panas). Menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan dyspepsia, makanan pedas, mengandung alcohol dan cafein. Dan yang tidak kalah penting adalah menghindari stress.
Terapi Herbal UK :
Gunakan 3 jari kunyit yang dicuci bersih tanpa dikupas lalu potong-potong kasar, 1 sendok makan ketumbar tanpa diulek, rebus semua bahan itu dengan 1 liter air. Kalau sudah mendidih airnya, api kompor dikecilkan dan biarkan mendidih sampai air tersisa setengahnya. Konsumsi cairan herba ini 2-3 kali sehari @250ml.
Bagaimana cendolers? Semoga informasi diatas membantu kalian semua, sebenarnya masih banyak gangguan pencernaan lainnya, minggu depan atau depan atau depannya lagi kita bahas yaaa. O ya penyebutan obat-obat tersebut hanya sebatas rekomendasi, selanjutnya untuk aturan pakai dan dosis dapat berkonsultasi langsung dengan ahlinya. Selamat beraktivitas dan terbebas dari gangguan pencernaan. Merdeka!

Salam Sehat dan Sukstress
BAKER BUNDER yang cantik dan baik hati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentarnya....